Asal Usul Masjid Al - Bakrie

 1993 - Sekarang (2026)





1. Proses Dibangunnya Masjid Albakrie

Pada tahun 1993, pembangunan masjid ini dilakukan secara bertahap. Awalnya bernama Masjid Al - Anshor ( Atas permintaan dari seorang donatur dari negri Arab Saudi, ditambah donatur dari masyarakat yang menyumbang hartanya dan juga tenaganya secara sukarela untuk mendirikan tempat ibadah ), Pembangunannya dilakukan secara gotong royong seluruh lapisan masyarakat Kampung Bambon (Tempat berdirinya Masjid Albakrie), siang malam dikerjakan dengan penuh semangat saking keinginannya dari masyarakat ingin mempunyai sebuah masjid di daerah Kampung Bambon.



2. Berapa lama masjid Albakrie dibangun?

Masjid Albakrie dibangun kurang lebih 2Tahun atas sumbanganya dari Yayasan keluarga besar Abu Rizal Bakrie



3. Mengapa Namanya Masjid Al Bakrie?

Pemberian nama masjid Albakrie karena permintaan dari Yayasan keluarga Abu Rizal Bakrie (Melalui seorang perantara yaitu Bapak Ustad H. Yusuf M. Martak) beliau bernazar untuk kesembuhan salah satu anak beliau yang menderita sakit.



4. Kapasitas Jamaah Masjid Albakrie

Masjid ini bisa menampung jamaah kurang lebih 1.000 jamaah dilantai bawah dan dilantai atas.



5. Alasan kenapa masjid ini dibangun disini

Dilihat dari sejarah masyarakat Kampung Bambon khususnya dan umumnya kaum muslimin ingin sekali mempunyai sebuah masjid dan saking jauhnya apabila masyarakat kp. Bambon mau melaksanakan ibadah sholat jumat yaitu ke masjid al ikhwan yg terletak di kp. Sawah (JL. H. Shibi). Atas dasar itulah tokoh maayarakat kp. Bambon yaitu kakek H. NEAN BIN H. SIBAN dan nenek HJ. ENO ASLAMIYAH BINTI H. MARHILI serta di dukung dari semua anak anaknya berniat mewakafkan sebidang lahan kosong seluar 2.000 m2 untuk dibangun buat sarana ibadah.



6. Tokoh penting yg sudah mengunjungi/ sholat di masjid al bakri?

Pada tanggal 7 juni 2018 bertepatan dengan bulan suci romadhon 1439 H, alhamdulilah atas prakarsa dan bapak dewan yg juga putra asli betawi yaitu Almarhum H. Purwanto, SH., MH bin H. Suryadinata (Salah satu mantan anggota DPRD Jakarta Selatan) dan pada masa itu sedang viral seorang kyai yaitu USTAD KYAI HAJI ABDUL SHOMAD (KYAI UAS) mengundang beliau untuk ceramah di masjid al bakri.



7. Jelaskan secara lengkap mengenai sejarah masjid al bakri?

 Perlu diketahui selama belum ada masjid di Kampung Bambon. Masyarakat melaksanakan ibadah Sholat Jum'at ke Masjid Al ikhwan(Sebelum ada masjid Al bakrie, masjid ini sudah dibangun) yang letaknya jauh dari tempat tinggal masyarakat Kampung Bambon. Untuk kegiatan ibadah sholat lima waktu dan kegiatan keagamaan lainnya, dilaksanakan di Mushola Ar - Rohman, sebuah mushola kecil yang walau demikian selalu membawa kenangan tersendiri karena setiap kegiatan keagamaan hari besar islam selalu menghadirkan para kyai kondang salah satunya yaitu KH. Zainudin MZ. Qori H. Muammar ZA. Serta para ulama terkenal lainnya.



8. Tantangan apa yg telah di lalui pada masjid ini? 

Tantangan yang sudah dilalui adalah salah satu anggota santriwan/santriwati yang mengotori masjid ini jika membuat acara atau santriwan/santriwanti yang berlalu lalang melewati masjid ini.



9. Apakah arsitektur mengalami perubahan? Seperti apa? 

Seperti yg sudah disampaikan bahwa perubahan pada banguan yg awalnya bernama masjid al anshor yg dibangun oleh seluruh lapisan masyarakat siang malam bergotong royong serta tekad yg bulat ingin sekal imempunyai masjid dibambon, sempat berdiri sebuah mashid dan dipakai buat ibadah sholat lebih kurang 5 tahun



10. Siapa yang pertama kali mencetuskan masjid albakrie?

Dimulai dari seorang ulama Kampung Bambon yang bernama kake H.Nean bin H. Siban dan Nenek HJ. Eno Aslamiyah Binti H. Marhili, beliau mewakafkan sebidang tanah seluas kurang lebih 2.000m, untuk dijadikan tempat sarana ibadah, pendidikan dan sosial kemasyarakatan.





Dibuat oleh kelompok 4 :

1.Diva Aulia (Editor)

2.Elisza Safira (Wartawan)

3.Rifqi Ismail (Cameramen)

4.Surya Nahnuaji (Cameramen)

5.Rizky Ramadhan (Wartawan)


Narasumber : 

Bapak Nazmudin 

Komentar